Selamat Datang Cakrawala !!!

Selamat Datang Cakrawala !!!
hanya ingin mengutarakan persepsi tanpa tendensi

Kamis, 17 Januari 2008

K20'M

Penasaran sama judulnya???

Sama.... Q juga...

Weekend kemarin Q berkunjung ke rumah masku di cilangkap. Selalu ada perasaan excited tiap kali Q dateng coz pas Q buka pinti pasti langsung disambut teriakan "Bulik kisti......." dari mulut kecil keponakanku sayang. Rasa capek abiz perjalanan jauh langsung ilang seketika. Bener dech... Q ga thu kenapa selalu ada ritual rutin dari keponakanku ini tiap kali Q datang. Setelah meneriakkan kata itu dia bakal langsung lari ke ruang tamu (Q masuk lewat pintu samping) seolah menjauh dari Q tapi tiba2 dia langsung lari ke arah Q lagi sambil membawa sesuatu. Dia berkata, "Bulik bacaan ini buat Syifa ya???" Yup, itu ritual rutinnya. Padahal Q bukan orang yang ahli bercerita. Dan Q seringkali merasa ga nyaman saat melihat ekspresi keponakanku yang seolah ga paham apa yang Q ceritakan. Apalagi buku yang dibelikan abinya (masku) kebanyakan buku dua bahasa (indonesia-inggris). Beneran deh biqin stres. Buku yang dia bawa saat itu buku tentang bangunan bersejarah di dunia seperti tembok besar china, menara petronas, borobudur, Taj Mahal, dll. Cukup menarik khan untuk anak seusianya??
Setelah Q selesai membaca buku itu buat dia Q iseng2 halaman muka dari buku itu. Ada judul besar terpampang disitu K20'M. Q bingung apa maksudnya. Q baca lebih lanjut keterangan dibawahnya. Ternyata itu kepanjangan dari Kampanye 20 Menit Membaca. Menurut keterangan yang Q pahami kampanye ini ditujukan untuk para ibu yang mempunyai anak antara usia 2-7 tahun. Para ibu ini diminta untuk membacakan cerita apapun (yang bermakna tentunya) untuk anaknya selama minimal 20 menit sebelum sang anak beranjak ke paraduannya(bobo' maksudnya) setiap hari. Kampanye ini bertujuan untuk menanamkan sedini mungkin kecintaan sang anak pada buku dan ilmu. Menurut suatu hasil penelitian seorang anak yang sejak usia 2 tahun biasa dibacakan buku oleh ibunya setiap hari sebelum tidur mempunyai perkembangan motorik dan komunikasi lebih baik daripada anak yang dibacakan seminggu sekali atau malah sama sekali tidak dibacakan.
Apa pendapat Q setelah membaca itu ???
SUPER SEPAKAT....
Anak usia 2-7 tahun memang berada dalam fase yang disebut golden age. Mereka akan merekam apa saja info yang didapat entah baik atau buruk, benar atau salah. Ibaratnya mereka adalah tape recorder kualitas wahid. Paling bagus pokoknya. (ini terbukti pada ponakanku yang hafal lagu ungu cuma dengan sekali dengar... busyet...) Tugas orang tualah untuk mengarahkan sang anak untuk memilah-milah info itu. Memanfaatkan sebaik-baiknya usia ini untuk memberikan input yang positif. Ibarat kata pepatah seperti melukis di atas batu. Ilmu dan nilai positif yang didapat di usia itu akan berbekas lama bahkan sampai mereka dewasa. Tidak hanya itu. Menurut hasil penelitian yang lain kalau seorang anak dibacakan cerita sebelum dia beranjak tidur maka cerita sang ibu akan dibawa kealam mimpi dan dia akan menyimpannya di otal kecil. Suatu saat nanti disaat dia dewasa, ketika dia dihadapkan pada suatu pilihan, secara tidak sadar dia akan memilih sesuai dengan nilai yang tertanam sejak dia kecil. Atau dengan kata lain anak yang sejak kecil dibiasakan dengan nilai positif akan memiliki preferensi kepada kebaikan. Walaupun dari luar anak itu kelihatan liar dan susah di atur.
Setelah menbaca artikel ini Q jadi tambah semangat untuk membacakan cerita sebanyak2nya buat keponakanku sayang (dan untuk anakku nanti tentunya)...
Ilmu memang bisa didapat dari mana saja termasuk juga dari buku untuk usia anak TK...

Selasa, 15 Januari 2008

WINNER VS LOOSER

The Winner is always part of the answer ;

The Loser is always part of the problem.

*********

The Winner always has a program;

The Loser always has an excuse.

*********

The Winner says, "Let me do it for you";

The Loser says, "That is not my job."

*********

The Winner sees an answer for every problem;

The Loser sees a problem for every answer.

*********

The Winner says, " It may be difficult but it is possible ";

The Loser says, "It may be possible but i t is too difficult."

*********

When a Winner makes a mistake, he says, "I was wrong";

When a Loser makes a mistake, he says, " It wasn't my fault ."

*********

A Winner makes commitments;

A Loser makes promises.

*********

Winners have dreams;

L osers have schemes.

*********

Winners say, " I must do something ";

Losers say, "Something must be done."

*********

Winners are a part of the team;

Losers are apart from the team.

*********

Winners see the gain;

Losers see the pain.

*********

Winners see possibilities;

Losers see problems.

*********

Winners believe in win-win ;

Losers believe for them to win someone has to lose.

*********

Winners see the potential;

Losers see the past.

*********

Winners are like a thermostat;

Losers are like thermometers.

*********

Winners choose what they say;

Losers say what they choose.

*********

Winners use hard arguments but soft words ;

Losers use soft arguments but hard words.

*********

Winners stand firm on values but comp romise on petty things;

Losers stand firm on petty things but compromise on values.

*********

Winners follow the philosophy of empathy: "Don't do to others what you would not want them to do to you";

Losers follow the philosophy, " Do it to others before they do it to you ."

*********

Winners make it happen;

Losers let it happen.

*********

Winners plan and prepare to win.

The key word is preparation .

******** *

FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit.

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!

Becak ke-1 :

==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.


Becak Ke-2 :

==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.

Becak Ke-3 :

==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.


Becak Ke-4 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-5 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-6 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-7 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-8 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-9 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.


Becak Ke-10 :

==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.


Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10 becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA. Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.

Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan.... THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya :


"Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst. KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

Mari berhitung matematika ...

Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih ?

1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp. 100 juta.

2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ????

Jawabannya :

Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar

Option II :

Bulan ke-1 : Rp. 1000

2. 2000

3. 4000

4. 8000

5. 16,000

6. 32,000

7. 64,000

8. 128,000

9. 256,000

10. 512,000

11. 1024,000

12. 2 juta

13. 4 juta

14. 8 juta

15. 16 juta

16. 32 juta

17. 64 juta

18. 128 juta

19. 256 juta

20. 512 juta

21. 1 milyar

22. 2 milyar

23. 4 milyar

24. 8 milyar

Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!


Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein spt rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa "kekuatan duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan".


FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?


Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst. Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang. Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang "mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C. Smith. Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom". Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia...... Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja.... Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) . Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, missalnya dengan menciptakan becak2 tersebut untuk qt sendiri atw menciptakan becak untuk orang lain.


Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip utk disharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya. SEmoga bermanfaat bagi kita semua.
Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang... .

OK, semoga bermanfaat.